Teori Asal-usul Kehidupan

Teori Asal-usul Kehidupan - Pernyataan yang selalu timbul bagi para pemikir, filosofis dan kaum naturalis adalah mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Sampai sekarang hal tersebut masih tetap merupakan teka-teki yang belum dapat terpecahkan. Macam-macam pandangan telah dukemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini, namun pandangan-pandangan tersebut hanyalah merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah.

Beberapa hipotesis dan teori penting yang menyangkut asal mula terjadinya kehidupan di antaranya adalah :


1. Teori Penciptaan

Menurut teori penciptaan, kehidupan ini adalah suatu kekuatan yang misterius atau disebut juga sebagai vital spirit. Kehidupan ini betul-betul terpisah dari sesuatu yang tidak hidup dan berasal dari sesuatu zat yang maha kuasa dan tidak akan dapat dipelajari secara ilmiah, tetapi harus diterima oleh kepercayaan (iman).Umumnya kaum beragama menerima konsep teori penciptaan ini dalam caranya masing-masing. Pengikut-pengikut dari teori ini mengemukakan bahwa seluruh makhluk hidup di bumi ini pada mulanya diciptakan oleh suatu suatu zat yang maha kuasa yaitu Tuhan.

Sebagai contoh, menurut bibel, dunia ini diciptkan dalam 6 hari. Tumbuhan diciptakan pada hari ke tiga, ikan dan unggas diciptakan pada hari ke lima dan binatang lainnya pada hari ke enam. Laki-laki diciptakan lebih dahhulu daripada perempuan, dan Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan Tuhan dari suatu benda tak bernyawa yaitu tanah liat.

Keberatan terhadap teori penciptaan ini adalah karena kurang logis dan tidak ditunjang oleh bukti-bukti ilmiah. Dengan demikian para saintis kurang meyakini teori penciptaan ini. Charles Darwin menolak teori ini dengan menyatakan bahwa bumi ini tidak selalu dihuni oleh tumbuhan dan binatang seperti yang kita kenal sekarang ini.

2. Konsep Hindu Tentang Asal-usul Kehidupan

Asal mula terjadinya kehidupan dikemukakan dalam: "Taittiriya Upanishad". Di sana dikemukakan bahwa asal mula kehidupan sebagai berikut: Dari Brahmana timbul angkasa dari angkasa-udara, dari udara-api, dari api-air, dan air-tanah, dari tanah-tumbuhan, dan tumbuhan makanan, dari makanan-biji, dari biji-manusia. Umumnya para filosof Upanishad mengatakan bahwa Brahmana adalah sesuatu yang keberadaanya tidak terbatas.

3. Teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea

Konsep mengenai kehidupan ini berasal dari materi-materi yang tak berjiwa secara spontan, teori ini cukup lama dipercaya oleh masyarakat. Generatio spontanea atau abiogenesis menganggap bahwa kehidupan ini, dimulai dari zat anorganik atau zat-zat organik yang telah membusuk. Sebagai contoh, di Cina, bahkan dari sejak permulaan telah dipercaya bahwa lebah atau serangga yang lainnya timbul secara spontan karena pengaruh panas dan kelembaban. Dalam Kitab suci orang India terdapat petunjuk tentang timbulnya macam-macam parasit, lebah dan kumbang secara tiba-tiba dari keringat dan rabuk. Juga tulisan-tulisan paku orang-orang Babilonia dinyatakan bahwa cacing dan beberapa makhluk hidup lainnya dibentuk dari lumpur. Sedangkan nenek moyang orang-orang Mesir menyatakan bahwa lapisan khusus yang terdapat di sungai Nil merupakan suatu bagian yang dapat menciptakan lahirnya makhluk hidup.  Jika lapisan tersebut terkena sinar matahari maka katak, ular, dan tikus akan terbentuk. Namun akhirnya teori generatio spontanea atau abiogenesis ini ditentang oleh F. Redy, Spallazani, dan Pasteur melalui beberapa percobaanya.

4. Teori Biogenesis

Teori Biogenesis merupakan lawan dari teori abiogenesis. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. Tokoh dalam teori biogenesis yang terkenal adalah Fransisco Redy, Lazzaro Spallazani, dan Louis Pasteur yang semuanya menyangkal teori abiogenesis.

5. Teori Kekekalan Hidup 

Teori kekekalan hidup mengemukakan bahwa kehidupan ini adalah abadi. Perubahan-perubahan yang terjadi hanyalah perubahan bentuk.

Berdasarkan teori terjadinya bumi, kita dapat menarik kesimpulan bahwa bumi ini sebelumnya tidak ada. Menurut pandangan orang-orang penganut teori kekekalan abadi kehidupan ini sudah ada sebelum bumi ini terbentuk dan selanjutnya menyebar ke seluruh alam raya.

6. Hipotesis Tentang Panspermia (teori kosmozoik)

Teori ini dikemukakan oleh Richter (1865) dan didukung oleh Thomsom, Helmholtz, Van Tieghan dan yang lainnya. Menurut hipotesis ini, benda-benda langit yang beterbangan di atmosfer bumi hanyalah panas dan berpijar pada bagian permukaan saja, sementara bagian dalamnya tetap dingin. Dengan demikian embrio suatu organisme yang menempati benda-benda langit atau planet tersebut tempat mereka terbentuk akan tetap hidup dibagian dalamnya. Selanjutnya organisme-organisme ini akan menyebar dan sampai ke bumi. Jika menemukan tanah sangat subur di bumi, organisme ini akan tumbuh, berkembang dan berevolusi menghasilkan seluruh spesies yang sekarang ini ada.

Hipotesis lain mengenai panspermia ini dikemukakan oleh Arrhenius (1911) yang menyatakan bahwa spora-spora hidup bersama-sama dengan partikel debu alam disebarkan dari satu tempat ke tempat lain di bawah pengaruh sinar matahari. Namun teori ini, dirahukan kebenarannya mengingat kondisi yang dimiliki alam pada waktu tersebut memungkinkan spora-spora itu dapat bertahan radiasi matahari yang begitu kuat pada zaman dahulu. Bukankah cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet yang sangat tinggi?. Kita tahu bahwa sinar ultraviolet dalam jumlah yang sangat besar dapat merusak seluruh kehidupan. Apalagi spora-spora tersebut harus menembus atmosfer dari satu planet ke planet yang lainnya.



Silahkan Dilanjut Membaca Ini:

0 komentar:

Post a Comment

 
© 2011-2012 KEJORA | Blogger.com
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com hostgator coupon
Preview on Feedage: kejora Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki