Teori Biogenesis

Teori Biogenesis merupakan teori yang mengemukakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Teori ini berhasil mematahkan teori abiogenesis atau Generatio Spontanea (kehidupan berasal dari materi mati) yang telah muncul sebelumnya. Beberapa tokoh terkenal yang mengemukakan mengenai teori biogenesis adalah:


1. Fransisco Redy (1688)

Untuk mempertahankan pendapatnya bahwa makhluk hidup tidak berasal dari benda mati tetapi makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga, ia melakukan percobaan dengan menggunakan sepotong daging yang dimasukkan dalam 3 buah labu.

1) Labu pertama diisi sepotong daging, kemudian labu ditutup rapat.

2) Labu kedua diisi sepotong daging, kemudian labu ditutup dengan kain kasa.

3) Labu ketiga diisi sepotong daging, dan labu dibiarkan terbuka.

Dari hasil percobaan tersebut Redy menyatakan bahwa jika lalat dicegah jangan sampai meletakkan telurnya pada daging, maka makhluk hidup (belatung) tidak akan muncul dari daging tersebut (Michael Ruse, 1982). Jadi menurut Redy makhluk hidup berasal dari telur (Omne vivum ex ova).

2. Lazzaro Spallazani (1750)

Lazzaro Spallazani melakukan percobaan yang lebih baik dari percobaan yang telah dilakukan Fransisco Redy. Ia menggunakan 3 buah tabung yang masing-masing diisi dengan air kaldu yang kemudian diberi perlakuan sebagai berikut:

1) tabung pertama tanpa dipanasi, ditutup rapat;

2) tabung kedua dipanaskan sampai mendidih, dibiarkan terbuka;

3) tabung ketiga dipanaskan sampai mendidih, dan ditutup rapat.

Dari hasil percobaan tersebut Spallazani menyatakan, apabila kaldu dididihkan dan kemudian ditutup rapat tidak akan membusuk sehingga tidak dijumpai makhluk hidup (Michal Ruse, 1982)

3. Louis Pasteur (1862)

Beberapa orang tetap keberatan terhadap hasil eksperimen yang telah dilakukan oleh Redy dan Spallazani. Mereka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontan dari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallazani tidak ada karena labu ditutup rapat. Untuk itu, Louis Pasteur berusaha memperbaiki percobaan Spallazani dengan menggunakan labu yang mempunyai tutup berbentuk leher angsa (seperti huruf S). Dengan tutup labu huruf S maka kaldu yang ada dalam labu masih tetap dapat berhubungan dengan udara luar, tetapi makhluk hidup dari luar tidak dapat masuk ke dalam labu.

Labu percobaan diisi dengan air kaldu, kemudian dipanaskan sampai mendidih. Setelah itu, labu ditutup, dengan tutup yang mempunyai pipa berbentuk huruf S. Setelah diamati beberapa hari ternyata kaldu yang terdapat dalam labu percobaan tidak menunjukkan adanya perubahan. Dari percobaannya, Louis Pasteur akhirnya mengambil kesimpulan bahwa adanya kehidupan berasal dari kehidupan lain, yang kemudian terkenal dengan slogan Omne vivum ex vivo (Michael Ruse, 1982).



Silahkan Dilanjut Membaca Ini:

4 komentar:

Ksatria Fantasy said... Reply Comment

artikel yg keren mmm....bingung juga ya kalau melihat teori-teori thanks dah mampir sukses selalu

kejora said... Reply Comment

@Ksatria Fantasy:
memang banyak teori2 yg mengemukakan mengenai asal usul kehidupan seperti yg sudah saya share pd artikel sebelumnya. hingga sekarang, masih merupakan teka teki yg belum terpecahkan. namun kita harus tetap yakin bahwa kehidupan itu diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa pencipta jagad raya dan isinya.
thanks sobat udh singgah dan berkomentar.

Life and Music said... Reply Comment

Numpang baca artikelnya sob...

interior consultant said... Reply Comment

bagus postingannya...

Post a Comment

 
© 2011-2012 KEJORA | Blogger.com
Ping your blog, website, or RSS feed for Free Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net My Ping in TotalPing.com hostgator coupon
Preview on Feedage: kejora Add to My Yahoo! Add to Google! Add to AOL! Add to MSN
Subscribe in NewsGator Online Add to Netvibes Subscribe in Pakeflakes Subscribe in Bloglines Add to Alesti RSS Reader
Add to Feedage.com Groups Add to Windows Live iPing-it Add to Feedage RSS Alerts Add To Fwicki